016010006

Hey ya…
BerhentiLah sejenak, tengokkan kepaLamu ke diriku yang merunduk di bawah jemari pohon raksasa nan rindang ini.
Hey ya…
JanganLah kau kepaLkan tanganmu dan merah padamkan wajahmu. JanganLah kau gundahkan hatimu dan sesaLkan Langkahmu.
Hey ya…
BuangLah rasa sedih dan sepimu. BuangLah penat seteLah empat setengah jam meLagukan syairmu daLam segenggam udara maLam menuju pagi.
Hey ya…
DudukLah di sampingku dan dengarkan denting nada yang kuaLunkan untukmu. Dentingan kata yang tak kan bisa kuLisankan di depanmu karena aku hanya sebatang rumput keciL yang bergoyang diterpa dendangan angin pegunungan.
Hey ya…
Seperti pernah kaupandang, aku ini sebatang rumput keciL yang bernaung di bawah pohon besar nan rindang. Yaa… seperti duLuw kaLi pertama kau meLihatku yang sedang tumbuh segar menghijau. Berdendang sayu bersama tarian sang bayu.
Hey ya…
Aku tau… bahwa kau terus menerus memandangku. Aku meLihat dari sudut Lensamu, aku meLihat dari cara kau bertepuk memuji gemuLaiku.

Waktu yang berLaLu mengiringi Langkahmu Lenyap dari pandangku. Apakah kau tau bahwa saat itu aku berharap kau akan kembaLi meLirik hijauku??? Meskipun aku tau, saat aku tebarkan harumku aku akan terjebak daLam pusaran topan keciL yang kan menerpa tubuhku. Aku biarkan saja hingga waktu mendenting maju saat pandang kita bertemu. Saat dimana hijauku muLai menipis dan tubuhku muLai terkikis.

Yaa… iniLah aku yang mengering karena sumber airku berLari menjauh, tak bisa kukejar. Saat itu kau yang seorang mooshafeer membawakanku sepercik air. Sepercik air yang membuat tubuhku kembaLi menghijau dan memberiku energi untuk sekedar mengayunkan batangku ke kanan dan ke kiri seriang udara pagi yang menyeruak hari.

Namun apa dayaku jika air yang kautumpahkan kepadaku hanya membuatku segar sesaat??? Yaa… memang aku bahagia bagai bunga yang baru mekar menyambut sinar mentari pagi. Tapi hanya sedikit waktu yang kupunya untuk menyunggingkan senyum kegembiraan. Aku terLaLu takut menyerahkan diriku untuk kauikatkan pada sebuah tiang kapaL sebagai penghias bahtera. Entah mengapa… mungkinkah???

Mungkinkah karena aku masih berharap pada siraman air zam-zam yang kudamba sejak tujuh tahun siLam??? Siraman yang diberikan dengan tuLus oLeh pengeLana yang pernah kutemui daLam memori.

Rumput keciL ini pun punya cita. Rasa ingin Lepas dari rindangnya pohon dan berdiri mandiri menjadi pengayom sebuah taman keciL yang kan menyejukkan hati. Bersama pengeLana kah???

EntahLah… rumput hanya bisa berdoa dan bertawakkaL kepada ALLah ‘Azza Wa JaLLa tentang siapa yang akan memetiknya. Dan menjadikannya pendamping daLam pengembaraan mengarungi samudera hidup, mengendarai dentingan waktu untuk menggapai kebahagian dengan Barakah dan RahmatNya. Apakah itu pengeLana sang pujaan, mooshafeer yang singgah, ato mungkin pemburu yang kebetuLan datang dan terpikat oLeh pesona rumput menghijau.

(Yaa ALLAH… berikanLah yang terbaik kepada hambaMu ini, karena hanya Engkau Yang Maha Mengetahui yang terbaik untuk makhLukMu…)

Hey ya…
JanganLah berkeciL hati. JanganLah menjauh benci. Bukankah aku masih menyanyikanmu denting nada abadi??? Yang tak Lekang oLeh waktu jika kau mau berbagi.
Hey ya…
Semoga kau tak meLupakan rumput keciL yang muLai menghijau kembaLi ini. Yang menginginkan setiap mata yang memandangnya memancarkan sinar keLembutan untuk saLing berkasih sayang antarsesama, membawa kedamaian daLam sepetak tanah yang diayomi pohon besar nan rindang.
Hey ya…
Semoga engkau mendapat apa yang engkau citakan. Semoga engkau mau mengenang si rumput keciL yang setia berdendang diiringi aLunan semiLir angin membeLah cakrawaLa…