Midy aku Lirik ketika berada di kota yang sangat kuidamkan. Namun saat itu kantongku tak cukup untuk membayarnya. Aku tunda hasratku. Hingga saat aku puLang dari perantauan singkatku ke kota rantauku yang pertama, aku bertemu dengannya Lagi. Masih saja aku Lirik, belum cukup juga Lembaran kumaL yang kumiLiki. Tiap kaLi meLihat hanyA bisa meLirik.

Bentuk tubuh yang pas, benarbenar tipeku yang seLaLu aku impikan. Warna kuLit yang pas, wajah cantik dan pesona yang menawan… Midy…

Senja itu baru aja puLang ke kampung dan merampok Bapak. Menghitung hasiL jarahan dan aku putuskan untuk meminang Midy. Meskipun aku harus mengurangi jatah perutku. Aku sudah terLanjur cinta sama Midy. Yaa… akhirnya Midy aku dapatkan. Di kota rantau yang menggoreskan banyak kenangan di hatiku.

Aku tak pernah mau Lepas dari Midyku. Hingga saat ini, aku seLaLu mengajaknya jaLanjaLan. Kedudukannya hanya tergeser saat aku harus ke perjamuan resmi. Dan itu sangat menyebaLkan, karena aku tak bisa mengajak Midy. Aku Lebih suka acara non-formaL dimana aku bisa LeLuasa untuk mengajak Midy.